Panen Raya Padi Sehat, Wujud Komitmen Kota Blitar Menuju Ketahanan dan Swasembada Pangan

Administrator 06 Nov 2025 1.1k Share
img-berita

Kota Blitar, 30 April 2025 – Pemerintah Kota Blitar menggelar kegiatan Panen Raya di Kelurahan Pakunden sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan di daerah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Blitar, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, Kepala Bulog, serta Kepala BPS Kota Blitar.

Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, S.H.I., yang akrab disapa Mas Ibbin, turut hadir dan memberikan motivasi kepada para petani. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keikhlasan dan semangat dalam mengelola pertanian di tengah keterbatasan lahan wilayah perkotaan. Pemerintah, menurutnya, siap memfasilitasi petani agar tetap produktif dan mampu mencapai panen hingga tiga kali dalam setahun.

Saya menekankan kepada para petani untuk ikhlas dan semangat dalam mengelola pertanian karena memang di perkotaan lahannya sempit. Pemerintah siap memfasilitasi para petani agar tata kelola pertanian ini tetap produktif di masa setelah panen raya,” ujar Mas Ibbin.

Lebih lanjut, Mas Ibbin menjelaskan bahwa padi yang dipanen merupakan jenis padi sehat dengan metode semi organik, di mana sekitar 50 persen masih menggunakan pupuk kimia dengan varietas Mapan 05. Upaya ini merupakan bagian dari target peningkatan produktivitas serta mendorong munculnya generasi petani muda yang inovatif dan berorientasi pada komoditas bernilai jual tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Pertanian Tanaman Pangan Sehat (PTPS) yang telah berjalan selama empat tahun. Melalui program ini, kelompok tani mampu memproduksi pupuk organik mandiri dari limbah ternak dan menghentikan penggunaan pestisida kimia.

Padi sehat ini lebih ke mengurangi penggunaan pupuk kimia sebanyak 50 persen tanpa menggunakan pestisida kimia. Tahun ini kita menghasilkan 119 ton gabah sehat, setara dengan 65 ton beras sehat,” ungkap Dewi.

Ia menambahkan, produktivitas padi sehat terbukti setara bahkan mampu menyaingi metode konvensional. Varietas padi hibrida mampu menghasilkan 9,9 ton per hektar, sedangkan inbrida mencapai 8,3 ton per hektar, dengan kadar residu pestisida hanya 0,01 persen.

Dewi berharap keberhasilan ini dapat terus diperluas ke wilayah lain di Kota Blitar dan menjadi inspirasi bagi para petani untuk menerapkan sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan serta mendukung kesehatan masyarakat.

Berita Populer

PEMERIKSAAN ANTEMORTEM DAN POSTMORTEM HEW..

by Administrator | 05 Nov 2025

Baksos Hewan Kesayangan, Gemar Minum Susu..

by Administrator | 13 Mar 2024

Kunjungan Istimewa ke Blitar : Timor Lest..

by Administrator | 23 Sep 2024

The 6th Pet Animal Social Event

by Administrator | 07 May 2024

Peringatan World Rabies Day : DKPP Sediak..

by Administrator | 20 Sep 2024

Peringatan World Rabies Day 2025 di Kota ..

by Administrator | 05 Nov 2025